Sekilas Tentang Film Midnight Sun

Midnight sun, atau dalam bahasa jepangnya Taiyou no uta, merupakan sebuah film yang di bintangi oleh seorang penyanyi dan aktris bernama YUI yang berasal dari Jepang. Film ini mengisahkan sebuah hidup seorang remaja berusia 16 tahun bernama Amane Kaoru (YUI) yang mengidap penyakit kelainan pada kulitnya. Penyakit tersebut bernama XP (Xeroderma Pigmentosum). Penyakit tersebut mengakitbatkan kulit sang penderita tidak akan kuat menerima radiasi dari sinar matahari dan tentunya akan membahayakan sang penderita. Penyakit tersebut merupakan penyakit langka yang hingga saat itu belum ada penawarnya.


Amane kaoru, selama 16 tahun hidupnya, tidak bisa merasakan layaknya hidup seperti remaja-remaja lainnya. Ia hanya bisa berdiam diri di dalam rumah ketika matahari terbit, dan baru bisa keluar rumah ketika matahari sudah terbenam. Ketika malam tiba, seperti biasa, kaoru mulai melakukan aktivitasnya dengan sebuah gitar yang senantiasa menemaninya. Ia selalu bernyanyi dan menciptakan lagu di sebuah taman kecil di belakang sebuah stasiun. Sebenarnya sudah sejak lama kaoru memperhatikan seorang pria bernama Fujishirou Kouji (Takashi Sukamoto), ia selalu datang di pemberhentian bus di pagi hari sambil membawa papan surf sambil menunggu teman-temannya untuk pergi berselancar di pantai. Rumah kaoru berada di tempat tinggi di dekat halte tersebut berada, sehingga setiap pagi kaoru dengan mudah memperhatikan pria tersebut. Pada suatu malam ketika kaoru bersama temannya sedang bermain di taman, tanpa sengaja kouji melintas di depannya. Dengan bermodalkan keberanian pun kaoru mengejar pria tersebut dan menabrakan dirinya hingga pria tersebut jatuh di tengah-tengah perlintasan kereta api. Di sanalah awal mula perkenalan mereka. Kemudian pada malam berikutnya, ketika kaoru bernyanyi di pemberhentian bus tempat Kouji biasa menunggu teman-temannya, tanpa sengaja Kouji melihat kaoru bernyanyi, kouji pun merasa kagum dengan suara dan lagunya yang sangat bagus dan akhirnya kouji berjanji akan datang ke taman dekat stasiun untuk melihat kaoru bernyanyi. Keesokan harinya ketika kouji tiba di taman tersebut, kouji melihat kaoru terlihat murung, dan ternyata tempat biasa ia bernyanyi sudah ada yang menempati, akhirnya kouji memutuskan untuk mengajak kaoru untuk pergi ke kota untuk mencari tempat yang bagus untuk kaoru bernyanyi. Itu merupakan pengalaman pertama kalinya kaoru bepergian jauh, karena kita tahu bahwa kaoru mengidap penyakit ganas yang mengakibatkan ia tidak bisa bepergian jauh. Ketika sudah menemukan tempat yang pas, kaoru pun mulai memainkan gitarnya dan bernyanyi, satu persatu orang mulai berdatangan karena keindahan suara kaoru, kouji pun menjadi semakin terpesona. Ketika beranjak pulang, kouji berniat mengajak kaoru ke pantai tempat ia biasa berselancar. Di sana ia menyatakan cintanya kepada kaoru dan kaoru pun menerimanya. Tanpa di sadari waktu menunjukan pukul 4.30 pagi, dan matahari akan segera terbit. Kouji ingin memperlihatkan pemandangan matahari terbit kepada kaoru, namun kaoru menolak dan memaksa pulang. Dengan sekuat tenaga, kaoru berlari kearah rumahnya, dan matahari sudah sangat nampak, beruntung kaoru tepat berada didalam rumah ketika matahari telah terbit sepenuhnya. Kouji sangat kebingungan akan tingkah laku dari kaoru, karena sebelumnya kouji tidak mengetahui bahwa kaoru mengidap sebuah penyakit hingga ia mengetahuinya ketika di beritahu oleh teman kaoru.
Kemudian malam harinya, kouji sengaja melintas di taman tempat kaoru bernyanyi, namun kaoru tidak ada. Kemudian kouji memberanikan diri datang kerumah kaoru karena khawatir akan kondisi kaoru. Kaoru sangat terkejut karena kouji tetap berusaha menemuinya, karena ia berfikir bahwa kaouji tidak akan pernah menemuinya lagi karena penyakit yang di alaminya. Ketika kouji tiba, kaoru berkata kepada kouji untuk tidak menemuinya lagi, kaoru berfikir tidak ingin mengecawakan kouji dengan penyakitnya tersebut. Kaoru pun menjadi murung, ayahnya yang tidak sanggup melihat kaoru seperti itu, memutuskan untuk meminta bantuan temannya agar mendatangkan kouji untuk bertemu dengan kaoru. Ketika malam tersebut datang, kaoru turun ke lantai bawah untuk makan malam, ia terkejut ketika melihat kouji ternyata juga datang. Rasa curiga pun datang, dan kaoru bertanya dengan nada marah akan maksud dari acara tersebut, lalu kouji memberikan sebuah kertas yang berisi formulir untuk membuat sebuah rekaman lagu. Dengan bermodal kerja paruh waktu dan penjualan papan surfnya, kouji berniat membayar biaya rekaman tersebut dan yakin bahwa lagu kaoru akan laris. Kaoru pun menerima permintaan kouji dan berjanji akan bernyanyi untuk kouji sekali lagi.

Kemudian ketika ia berlatih dengan gitarnya, kaoru mulai merasakan keanehan yang terjadi di tubuhnya. Tangannya mulai sulit di gerakan, dan ketika di periksakan di dokter, kondisi otak kaoru ternyata mulai berubah, dan dokter memfonis kaoru tidak akan bertahan lama. Kouji pun datang dan memberi semangat dan hiburan kepada kaoru sehingga kaoru kembali ceria. Hari dimana rekaman akan dilaksanakan pun tiba, kaoru memulai merekam lagu ciptaannya, namun tidak mau memperlihatkan kepada orang lain sebelum lagu tersebut rilis.

Tidak lama kemudian pun kondisi kaoru semakin memburuk, sebagian dari tubuhnya mulai lumpuh. Dengan berpakaian yang tertutup, kaoru melihat kouji yang sedang berselancar dari pinggir pantai. Kaoru yang saat itu sadar dirinya akan segera meninggal, mengatakan kepada orang tuanya bahwa akan bertahan hidup dengan segala kekuatan yang ia punya. Dan tidak lama kemudian kaoru pun meninggal, meninggalkan banyak kenangan dan sebuah lagu rekaman. Kemudian dengan terkejut, kouji, teman kaoru dan orang tuanya terkejut ketika lagu kaoru mulai di perdengarkan di banyak stasiun radio.
Banyak pesan positif yang disampaikan film tersebut, dan cerita yang disajikan menurut saya sangat bagus dan mampu mempengaruhi perasaan penonton. Jadi film ini merupakan salah satu rekommendasi yang saya berikan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s